Surat Terakhir ( Bagian 2 )
Dibalik penantian tak berujung, ada rahasia terpendam. kali ini izinkan Rahman untuk bercerita. Penantian Ana “ Nek, nenek tidak apa-apa” tangan mungil itu membelai lembut tangan Ana yang sudah mengeriput. “ Iya sayang ” Keberadaan suaminya masih menjadi misteri, bahkan ia masih menunggu, dan menunggu. Ia tiadak mau menerima kenyataan pahit yang sudah ia ketahui 20 tahun terakhir. Ketika Sarah sahabatnya memberikan sepucuk kertas kepadanya. Yaitu surat terakhir dari Rahman. Ana masih terperangkap dengan kesedihan dan pengharapannya, entah sampai kapan. Mungkin hingga akhir hayatnya. Kesetiaannya tidak pernah luntur walaupun harus beribu-ribu kali meyakinkan diri. *** Rahasia Rahman Perang ...